Google dan Facebook sensor situs di India atas instruksi pemerintah

Google India dan Facebook menghapus situs-situs yang dirasa menyinggung kancah politik dan keagamaan di negeri Taj Mahal. Ini penerapan terhadap hukum sensor di India. Mewakili suara tokoh-tokoh Muslim, pemerintah India meminta agar perusahaan internet membredel konten-konten yang berisi hinaan terhadap Islam.

Google India tidak menyebutkan situs apa saja yang telah ia bredel, tapi ia berjanji akan menghapusi halaman web yang melanggar undang-undang di negeri itu. Menurut laporan yang kukutip dari Reuters, Facebook menghapus beberapa domain India dan akan membuat pernyataan setelahnya.

Associated Press dan media India melaporkan bahwa pengadilan New Dehli mengeluarkan instruksi pada Google, Facebook, Youtube, Blogspot dan situs-situs lain untuk memantau terus jaringan mereka.
Sebanyak 22 perusahaan online dicekal oleh pemerintah India karena mereka antisosial dan antiislam. Bagi orang India, standar internet yang diterapkan di Amerika tidak sesuai di negaranya.

Keputusan pemerintah India ini, untuk sebagian orang, dianggap sebagai pemenjaraan kebebasan bersuara. Namun untuk membantah kekhawatiran itu, pemerintah menyebutkan bahwa keputusan ini demi kesatuan beragama di negara yang ditempati oleh lebih dari 2000 kelompok etnis tersebut.

"Tak perlu ada yang ditakutkan dari penyensoran," kata menteri komunikasi India, Sachin Pilot. "Mereka hanya harus berjalan sesuai dengan hukum."

Pilot mengaku bahwa ia memiliki alasan yang kuat untuk mencekal 21 situs yang melanggar. Situs-situs itu, ungkap Pilot, mengajarkan kedengkian dan suudzan.

April lalu, pemerintah India mengeluarkan peraturan yang meminta agar para pemilik situs memusnahkan konten atau posting yang berisi kekerasan, kedengkian, penyinggungan ras, pelukaan golongan, dan penistaan agama.

Seperti tercatat dalam Laporan Tranparansi Google, pemerintah India meminta perusahaan tersebut sudah 68 kali untuk menghapus situs-situs yang melanggar dari mesin pencarinya. Itu tercatat antara Januari hingga Juni tahun lalu.

Sementara itu, Facebook membuat laporan pada pemerintah India bahwa ia tidak menerima keluhan apapun soal isu sensitif dari pengguna. India, dengan 43 juta pengguna Facebook (atau terbesar kedua), adalah negara yang memiliki perkembangan pasar yang cukup cepat.

Apakah menurutmu pemerintah India cukup bijak dengan membuang situs-situs tertentu dari internet? Tulis komentarmu.

Kau boleh mengutip artikel ini secara utuh tanpa meminta ijin padaku, cukup dengan menyebutkan kredit DAVOLOGI dan memberi tautan ke http://davologi.blogspot.com

0 Response to "Google dan Facebook sensor situs di India atas instruksi pemerintah"

Posting Komentar

wdcfawqafwef