Rasmunah di Blimbing

Nenek Rasmunah Blimbing Paciran Lamongan Namanya Rasmunah. Usianya sekitar 75 tahun. Rambutnya putih, dan dia membalut tubuhnya dengan busana Jawa. Setiap pagi, bisa kaujumpai dia di pasar Kliwon, kelurahan Blimbing, Lamongan. Dia tidak menolak saat kauberi uang. Rasmunah menolak hanya saat kau menganggapnya gila.

Tapi Rasmunah memang tidak gila. Meski compang-camping, bajunya bersih dan tidak bau. Hanya kusut. Dan itu satu-satunya yang membuktikan dia sehat seperti orang pada umumnya.

Beberapa minggu lalu, aku dan teman bloggerku Jhony Ahmad mendatangi tempat Rasmunah mangkal: di depan bengkel tambal ban, di pertigaan jalan raya Blimbing. Setiap hari Rasmunah duduk berjam-jam di tempat itu.

Aku memberinya seribu rupiah dan duduk di sisi kanannya. Jhony mengambil gambar melalui Sony Ericsson selagi aku bicara dengannya.

Ketika kutanya tempat asalnya, dia berkata pelan: Mboto--nama tempat yang seumur hidup tak pernah aku dengar. Obrolanku dengannya tidak lama karena saat Jhony mengambil jepretan ketiga, Rasmunah mulai tidak nyaman dan marah. "Sampun. Sampun," katanya dengan gestur tangan mengusir ayam.

Walaupun tiada keluarga yang dia punyai, wajah Rasmunah tenteram; sama sekali tidak ada tanda nelangsa. Bibirnya tersungging setiap saat. Saking seringnya bibir itu melengkung, dalam keadaan tidak senyum pun dia seperti tersenyum. Di tempat duduknya dia menundukkan kepala saja, kadang melihat kendaraan, mengamati orang berjalan dan kemudian menundukkan kepalanya lagi.

Kulit tuanya yang keriput sudah kebal pada suhu aspal dan asap kendaraan. Di depan bengkel di sebelah toko sepatu itu, dan terkadang di depan Indomaret, Rasmunah duduk menyilangkan tangan ke lutut dari siang hingga menjelang sore.

Namun di malam hari, setelah sore berganti, Rasmunah menghilang, pergi entah ke mana. Tak seorang pun tahu di mana dia tidur dan jam berapa dia bangun. Dia ada begitu saja; dan begitu saja pula, hilang.

3 Responses to "Rasmunah di Blimbing"

  1. Numpang Ralat dikit Wak Gus, Pakai Nama Kelurahan Blimbing, Bukan Desa....Suwun...Go..Maju terus, sip Artikelnya...

    BalasHapus
  2. Um David bisa coba telusuri dimana Rasmunah ketika gelap datang. Uhum!

    BalasHapus

wdcfawqafwef