Kapan jariku tumbuh, Ayah?

Ketika ia memoles mobil barunya, anaknya mengambil batu kecil. Dan ia menggores kendaraan anyar ayahnya dengan batu itu. Usia anak tersebut empat tahun.

Kalap, ayahnya menampel tangan anaknya, menarik jari-jarinya, dan memukulinya berkali-kali. Ia tidak sadar bahwa ia menggenggam kunci inggris untuk menumbuk jari kecil anaknya.

Anak tersebut dibawa ke rumah sakit. Ia kehilangan jari karena tulangnya remuk parah. Di rumah sakit, sambil melihat mata sayu ayahnya, anak itu bertanya, "Ayah, kapan jariku tumbuh kembali?"

Pria itu kian sedih mendengar pertanyaan itu, sebuah pertanyaan yang paling melukai hatinya.

Pria tersebut keluar dari rumah sakit dan menendang mobil keparat yang menyebabkan hilangnya jari anak yang ia cintai. Ia duduk. Terdiam.

Di depan mobilnya, di antara rasa marah dan penyesalan, ia melihat goresan yang ditulis anaknya. Dan ia mengetahui bahwa goresan itu berbunyi, "Aku sayang ayah."

2 Responses to "Kapan jariku tumbuh, Ayah?"

  1. Aiiihhh..penyesalan kemudian emang tak berarti. Semoga cerita ini fiktif belaka, karena saya ngenes banget ngebayangin anak kecil ini...

    BalasHapus
  2. Terima kasih, JT. Kau benar; ia adalah cerita khayal, dan aku selalu membuat label fiction untuk posting yang kutulis secara fiktif.

    BalasHapus

wdcfawqafwef