Jam tangan Android memunahkan kacamata Google

Google merencanakan peluncuran arloji Android pada Juni atau Juli mendatang. Perangkat ini, seperti yang kukutip dari Khas.co, diproduksi bersama LG, Motorola, Samsung, Asus, dan HTC. Jam tangan terbitan Google tersebut dinamai G Watch atau umum disebut Android Wear, sebuah arloji pintar yang memberitahu jadwal pesawat ke Makassar, mengirim pesan teks, atau melihat peta Google.

Sebelumnya, Google menggarap proyek lain yang mereka namai Google Glass. Google Glass adalah komputer berbentuk kacamata yang dapat kita perintah dengan suara kita. Fitur Google Glass di antaranya tombol sentuh, kamera, dan layar kecil di dinding kaca untuk memantau apakah ada SMS masuk, apakah ada komentar Facebook, ataukah ada telpon dari istrimu yang mengamuk.

Daftar isi:

  1. Ketahanan baterai
  2. Keleluasaan
  3. Penerimaan masyarakat
  4. Kemudahannya
  5. Arloji android tak punya masalah di atas
  6. Video arloji Android
  7. Penampilan
  8. Keamanan
  9. Harga
  10. Arloji dan Agama

Situs teknologi Mashable.com menulis bahwa Android Wear mengungguli Google Glass dalam banyak hal, meski keduanya berada di bawah naungan produksi yang sama. Berikut apa-apa saja yang membuat jam tangan Google memenangi teknologi kacamata.


Gambar oleh Tom’s Guide

Ketahanan baterai

Baterai Google Glass boros sekali. Jika kau menggunakan kacamata ini untuk mengambil video, kau memiliki jatah 20 hingga 30 menit dan setelah itu baterai habis. Aplikasi setiap-saat (real-time), di antaranya World Lens, yang terpasang di kacamata secara bawaan, juga memakan daya baterai sangat banyak sebab ia melibatkan kerja kamera, tampilan layar, internet nirkabel dan pemakaian prosesor yang berat. Karena borosnya baterai ini, kacamata Google tidak dirancang untuk pengambilan video dalam durasi yang lama, hanya 10 detik.

Keleluasaan

Di Amerika, banyak tempat kerja melarang penggunaan kamera tempel, baik berupa pulpen, microphone atau kacamata karena ia dianggap bisa mencuri data rahasia seperti nomer kartu kredit. Dan celakanya, kamera pada Google Glass tertanam secara bawaan dan menjadi salah satu fitur pentingnya.

Penerimaan masyarakat

Menempelkan komputer di muka itu rasanya seperti memakai sepatu roda di ruang kantor. Meski belum seorang pun memakai  kacamata ini di Indonesia, tapi pemakaian kacamata komputer meninggalkan kesan was-was bagi banyak orang, terutama di Amerika, di mana setiap warganya sangat alergi terhadap mata-mata dan penyadapan yang mengancam ruang pribadi mereka. Mungkin perlu beberapa waktu hingga penggunaan kacamata komputer dianggap lumrah.

Kemudahannya

Kaupikir mudah menjalankan komputer dengan mata dan suaramu? Aku pernah mencoba software dictaphone yang mengetik teks sesuai ucapanku. Untuk menulis “David is handsome” saja, aku mengulang hingga lima kali. Jangan-jangan untuk mengaktifkan bluetooth atau Wi-Fi di kacamata Google, kau teriak “Bluetooth, nyala” sepuluh kali. Banyak orang mengakui perintah suara mereka meleset saat diterapkan pada Google Glass.

Arloji android tak punya masalah di atas

Semua problem di atas tidak dimiliki jam tangan android. Komputer yang menempel di tangan tentu lebih nyaman ketimbang yang menempel di mukamu. Daya baterai juga lebih bagus, dan kau merasa tak memakainya karena ia memeluk pergelangan tanganmu selayaknya gelang atau arloji biasa. Masyarakat pun tak mengira itu arloji canggih. Dan yang paling penting, terdapat fitur Qi chargaing yang memudahkan pengisian baterai secara nirkabel.

Video arloji Android

Akun resmi Android Developers menunggah video YouTube berjudul "Introducing Android Wear Developer Preview" untuk mengenalkan produk baru tersebut. "Kami mengembangkan perangkat Android menjadi barang yang bisa dipakai dan yang mampu menyediakan semua keperluanmu," kata David Singleton, Director of Enginering, di video tersebut.


Penampilan

Menurut The Guardian, kaum pria menyukai arloji dan merasa percaya diri saat memakainya. Aku pikir, semua orang pantas memakai arloji. Ia aksesoris – kalau boleh kubilang demikian – yang tak lekang waktu, sekalipun ponsel sudah dilengkapi dengan jam dan sudah portable. Mengenakan aksesoris di pergelangan tangan lebih lumrah ketimbang memakai kacamata, yang dikesankan sombong oleh beberapa orang.

Keamanan

Tentu saja arloji lebih aman ketimbang kacamata. Memakai kacamata membatasi gerakmu. Kau tak bisa salto, bermain skate board dan berjungkir balik karena takut kacamatamu jatuh atau pecah. Selain itu, tidak ada pengharaman arloji di tempat kerja atau di tempat umum seperti bank. Situs Tech Times melaporkan bahwa seorang wanita diamuk orang karena ia memakai kacamata Google, dianggap tidak sopan dan mengganggu privacy orang.

Harga

Jam tangan Google dijual satu jutaan sementara Google Glass mencapai Rp8.000.000, jumlah uang yang lebih aku pilih untuk beli laptop. Dengan bertambahnya produsen yang bergabung untuk bikin arloji Google, kita akan mendapatkan desain yang lebih variatif di kemudian hari.

Di samping itu, meskipun aku tidak menggemari arloji, aku menyetujui bahwa jam tangan itu seperti buku. Buku kertas bertahan meski teknologi menjajahnya dalam bentuk elektronik; koran kertas pun demikian.

Arloji dan Agama

Aku juga melihat arloji seperti agama – ia dicipta untuk menata manusia, untuk memudahkan hidupnya. Namun ia bertindak sebagai bukan lagi pemudah. Ia adalah obsesi sekarang. Adalah kebodohan jika engkau menyalahkan waktu yang berbeda dengan waktumu. Jarum waktu di arloji orang Amerika melaju enam jam lebih lambat dari Indonesia, dan kaukatakan jam Amerika salah karena jam mereka tak sama dengan jam yang kaupeluk, agama yang kauanut? Intoleransi.

Mari tunggu arloji canggih ini meluncur di nusantara dan akan kita jumpai orang-orang balas SMS lewat jam tangannya, atau membalas email ke sahabatnya di Amerika, yang zona waktunya berbeda.[Davologi]

Mengutip artikel ini diperbolehkan asal menyebut davologi.blogspot.com

Ikuti Davologi di Facebook

0 Response to "Jam tangan Android memunahkan kacamata Google"

Posting Komentar

wdcfawqafwef