Pemberi aplikasi gratisan Android ditangkap

Dua pembajak ditangkap polisi karena mereka menggratiskan aplikasi android yang seharusnya berbayar, melalui wadah alternatif atau semacam Play Store gelap. Menurut press release pengadilan Amerika, pembajak tersebut memalsukan lebih dari sejuta aplikasi ponsel dan itu setara kerugian Rp7 miliar.

Daftar isi
  1. Siapa mereka
  2. Bagaimana penggratisan aplikasinya
  3. Hukum pembajakan
  4. Aplikasi gratis Indonesia
  5. Pembelian aplikasi di Indonesia
  6. Aplikasi gratis internet
  7. Aplikasi penggratis Play Store lain

Jaksa penuntut memerkarakan keduanya pada Senin kemarin, menjadikan mereka tersangka pertama dalam kasus pembajakan aplikasi ponsel. Jika kau pernah dengar AppBucket dan SnappzMarket, mereka pengelola dua layanan ini. 

Siapa mereka

Nicholas Narbone, 26 tahun, dan Thomas Dye, 21 tahun, terlibat pembajakan selama dua tahun. Pada Agustus 2012, FBI menutup situs mereka yang telah mereka jalankan sejak 2010. Situs tersebut menyediakan aplikasi apapun yang kaubutuhkan, baik versi gratis maupun berbayar.

Bagaimana penggratisan aplikasinya

Mereka menyebar file APK gratis tak hanya lewat situs tapi juga melalui aplikasi market yang menyerupai Play Store. Bedanya: Kau bebas mengunduh aplikasi di Play Store palsu itu, sekalipun yang kauunduh adalah aplikasi berbayar. Berikut screenshot aplikasi market dari AppBucket dan Snappz Market.



Selayaknya Play Store, mereka memberi notifikasi, daftar aplikasi populer, dan kotak pencarian. Pengguna menjelajah semau mereka dan mengunduh tanpa batas. Banderol harga muncul pada tiap aplikasi yang berbayar, tapi ia tidak menghalangi pengunduhan.

Hukum pembajakan

Jaksa penuntut Sally Yates, yang memerkarakan kasus ini, mengatakan, “Pembajakan membuat orang-orang pintar dan inovatif menjadi malas untuk menggunakan kepintaran mereka karena dengan mudah masyarakat menggunakan karyanya.” Menurutnya pencuri tetaplah pencuri – tak peduli apakah curiannya berupa barang kasar maupun barang halus. Dua tersangka ini, seperti kukutip dari situs Mashable, diancam lima tahun penjara.

Aplikasi gratis Indonesia

Di Indonesia, banyak blogger membuat situs yang berisi download aplikasi gratis secara terang-terangan. Judulnya pun berani: “Tempat Download Aplikasi Android Gratis” atau “Kumpulan Aplikasi Crack Android.” Saya pikir aplikasi macam ini pun pembajakan dan pelanggaran hukum, namun blog dan situs serupa bertebaran di internet nusantara. Cobalah ketik “aplikasi android gratis” di Google dan kautemukan banyak sekali hasil. Ini juga alasan kenapa aku berhenti menulis blog selama setahun. Aku lelah dengan perilaku copy-paste seenaknya yang dilakukan blogger tak bertanggung jawab.

Pembelian aplikasi di Indonesia

Hampir tidak seorang pun di Indonesia membeli software-software di android, iPhone atau Windows. Contoh sederhana Adobe Photoshop. Harga Adobe Photoshop untuk Windows Rp1 juta, dan tak pernah aku mendapati kawan bertanya, “Harga Photoshop udah turun belum? Aku mau beli nih.” 

Semua aplikasi di komputer dan di ponsel kita, seluruhnya, adalah colongan. Kita enggan membeli karena tidak ingin uang kita keluar dan karena proses pembeliannya ribet.

Aplikasi gratis internet

Sarang internet gratis, kalau aku boleh bilang, adalah Indonesia. Opera Software pernah menulis bahwa Indonesia salah satu negara yang berinternet dari hape lebih sering ketimbang dari komputer.  Dan kautahu, hape mereka tidak ada pulsanya. 

Bagaimana mereka berinternet? Mereka memanfaatkan layanan gratis yang diberikan operator, seperti Facebook Zero atau situs homepage macam xl.co.id. Aplikasi Opera Mini dimodifikasi. Para cracker tahu bagaimana mengubah server untuk berjelajah gratis dengan Opera Mini, maka dibuatlah aplikasi handler guna memodifikasi server, menambahkan host, proxy dan sebagainya. Dan penggagas aplikasi handler ini orang Indonesia bernama Yosep Karli--seorang alumni Universitas Bina Nusantara. Jadi jangankan file APK android, akses internet saja dibajak di Indonesia.

Aplikasi penggratis Play Store lain

AppBucket bukan satu-satunya pembajak. Aplikasi penggratis lain yang aktif adalah Blackmart. Situs webnya bahkan masih bisa kaubuka di sini, dan tersedia link pengunduhannya juga. Cara kerja Blackmart sama seperti dua layanan yang dibredel FBI. Ia dapat diinstal ke ponsel android dan dipakai untuk mencari dan mengunduh aplikasi apapun tanpa batas. Seperti halnya AppBucket, Blackmart menyediakan notifikasi, daftar aplikasi teratas dan seterusnya.

Yang saya heran, jika AppBucket dan SnaapzMarket dibredel sejak 2012, kenapa FBI tidak menutup Blackmart dan menahan orang-orangnya? [Davologi]

Penulis: David Khoirul

Mengutip artikel ini diperbolehkan asal menyebut sumber davologi.blogspot.com
Ikuti Davologi di Facebook


0 Response to "Pemberi aplikasi gratisan Android ditangkap"

Posting Komentar

wdcfawqafwef