ScreenX: Bioskop berlayar keliling

Bulan ini, di Korea Selatan, bioskop bisa disaksikan dalam format 270 derajat, sebuah sudut pandang yang memungkinkanmu melihat tak hanya layar depan tapi juga sisi kanan dan kiri.

Teknologi ini bernama ScreenX. Ia dikembangkan oleh jaringan bioskop terbesar Korea Selatan, CJ CGV, dan dibeberkan pertama kali pekan lalu di ajang Busan International Festival saat penayangan film thriller “The X.” Di dunia perfileman, “The X” adalah awal bagi format tiga layar.

"The X" digarap oleh Kim Jee-Woon, sutradara 49 tahun asal Korea Selatan yang pernah menyutradai film Hollywood “The Last Stand.” Format tiga layar menawarkan gambar dengan resolusi super tinggi, jangkauan pandang yang lebar, dan efek surround yang luas.

Gambar oleh The Verge

Pada penayangan film The X, penonton merasakan pengalaman yang membingungkan pada awalnya, karena fokus mereka terganggu oleh layar kanan dan kiri. Namun setelah menyesuaikan beberapa saat, mereka menikmati sensasi hidup dari format panoramik keliling.

"Menyenangkan sekali,” kata Jung Gwang-Soo, seorang siswa 19 tahun, seperti saya kutip dari National Geographic. “Sebenarnya aku tidak suka film 3D atau 4D, tapi teknologi ini membuatku seperti ada dalam film tersebut."

Teknologi ScreenX juga telah diuji dalam iklan. Meski CJ CGV menolak menyebutkan harga pemasangan bioskop dengan format panoramik tersebut, namun biaya semuanya, menurut Dow Jones, berkisar Rp1,6 sampai Rp2,1 miliar.

Trailer 'The X'


Untuk melakukan syuting "The X" dalam format tiga layar, menurut The Wall Street Journal, dibutuhkan 30 orang yang berbaris di belakang kamera. Jee-Woon menggambarkan pengalaman tersebut sebagai “neraka dan mimpi buruk,” namun ia puas dengan hasil yang sesuai harapannya. Berikut trailer film "The X" yang saya ambil dari akun YouTube resmi TheScreenX.


ScreenX di luar Korea Selatan


Belum ada pernyataan apakah teknologi ScreenX akan dipakai di luar Korea Selatan karena sulitnya pemasaran--di samping juga melaratnya pembuatan film dalam format ini. Penempatan penonton menjadi kendala bagi bioskop dengan format tiga layar. Bagi mereka yang duduk di sisi depan atau samping, kesan tiga dimensi dan panorama agaknya susah dinikmati.

ScreenX membawa film dua dimensi lebih hidup. Saya sering membayangkan menonton film yang tak hanya memberikan sensai 3D melalui sajian visual, tapi juga suara, hawa dan aroma. Saat melihat adegan makan pizza, misalnya, penonton mencium aroma pizza yang lezat. Atau ketika mobil meledak, penonton merasakan hawa panas api dan bau asap kendaraan.

Penulis: David Khoirul.
Mengutip artikel ini diperbolehkan asalkan menyebutkan sumber davologi.blogspot.com

0 Response to "ScreenX: Bioskop berlayar keliling"

Posting Komentar

wdcfawqafwef