Link rusak di blog Davologi dan solusinya

Aku terkejut oleh betapa banyaknya tautan rusak di blog Davologi. Situs brokenlinkchek.com memeberitahu bahwa ada 20 link mati, baik link internal ataupun tautan dari luar. Dengan jumlah sedemikian banyak, dan dengan posting yang tak lebih dari 200 buah, itu artinya pada setiap 20 artikel, ada satu link rusak.

Link tersebut sebagian besar tautan yang mengarah ke luar, ke situs lain seperti Detik, Mashable dan The New York Times. Rupanya situs-situs besar macam mereka masih menerapkan pemutakhiran URL, pengubahan alamat posting. 

Maka sejak tiga hari lalu aku mengubah perilaku menaut langsung link dan situs Web dari luar blog ini. Blog Davologi akan menuliskan URL dengan teks biasa saja. Misalnya, ketika aku perlu menyebutkan kutipan Wiki dan memintamu mengeklik halaman Wikipedia, aku tidak akan melink lewat kata "klik di sni" atau "tekan untuk membuka situs." Aku akan menulis URL saja.

Tapi teks URL itu tentu panjang dan sangat menjengkelkan bagi mata, bukan? Jalan keluarya: Akan kupendekkan terlebih dulu URL itu di situs bit.ly atau di layanan pemendek goo.gl

Kenapa tautan rusak harus dihindari? Dalam ilmu Search Engine Optimization, Google membenci link mati dan akan memberi halaman yang berisi galat tersebut dengan nilai buruk, dan itu berarti masalah bagi blog atau situsmu. Memang ini persoalan kecil, tapi jika hal kecil seperti ini kauabaikan, bisa jadi muncul ancaman yang besar dan lebih serius terhadap blogmu. Risiko paling kritis adalah: Google mengabaikan blogmu sepenuhnya. 

Sebenarnya kalau moodmu enak dan waktumu sedang banyak, kau bisa periksa link rusak dan memperbaikinya satu-satu di dashboard blogmu, tapi itu meletihkan sekali. Pengguna Wordpress melakukannya dengan lebih enteng karena mereka bisa instal plugin. Beberapa plugin bertugas menemukan dan membabat habis tautan rusak secara otomatis tanpa perlu kau berburu secara manual.

Berapa banyak link mati yang kautemukan di blogmu?

0 Response to "Link rusak di blog Davologi dan solusinya"

Posting Komentar

wdcfawqafwef