Malaysia blokir YouTube karena konten buruk

Malaysia berencana menutup situs-situs yang menurut mereka buruk, termasuk YouTube, layanan berbagi video. Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi, Menteri Dalam Negeri, mengatakan akan bekerja sama dengan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) untuk membangun firewall atau semacam pelindung yang akan menyaring konten internet mana yang boleh dan dilarang.

Film dan konten yang tak sesuai budaya Malaysia tidak akan ditampilkan karena ia dapat memicu apa yang mereka sebut dengan sensitifitas lokal. "Saya mendorong agar komisi ini menerapkan sistem itu segera," kata sang Datuk seperti kukutip dari The Malay Mail Online (goo.gl/PyLjIS).

Ini keputusan yang sangat disayangkan. Lagi-lagi, ketika seseorang merasakan dampak buruk dari sesuatu, dengan mudah ia menuduh barang tersebut jahat dan menyetop dirinya dari menyentuh atau menggunakannya. Yang lebih parah, ia mengajak orang lain dan mengkampanyekan ke mereka tentang betapa bahayanya barang ini.

Malaysia blokir youtube tutup ban datuk


"Ingat," kata Datuk, "tiap menit ada 100 jam video yang diunggah ke YouTube."

Tentu saja. Tiap detik bahkan, kau bisa temukan segala bentuk kejahatan dari sesuatu yang tampak lugu atau mungkin terlihat mulia dari luarnya. Bukankah para pembunuh di Iraq yang menamakan dirinya ISIS adalah pemeluk agama yang taat? Bukankah mujahid Poso yang meledakkan kantor polisi adalah agamawan yang rajin shalat lima waktu? Dan bukankah para koruptor dari PKS juga adalah pria-pria dengan jidat hitam dan dengan ketaatan seorang Rasul yang selalu meyakini dirinya akan mengubah Indonesia menjadi bangsa yang lebih syar'i dan lebih dicintai Tuhan?

Menurut Datuk, budaya syar'i dan adat ketimuran di Malaysia tak boleh dinodai dengan dengan konten buruk Internet.  "Kami ingin ciptakan kesadaran di masyarakat, khususnya penonton film, bahwa badan sensor bertanggung jawab secara sosial dan keagamaan untuk memastikan bahwa tiap film mematuhi pedoman yang berlaku," kata dia.

Aku pikir, sensor seperti ini tak ada gunanya. Pemerintah pandai keluarkan aturan tapi rakyat lebih cerdas dalam menggunakan Internet. Selalu ada cara untuk membuka blog, situs dan layanan jejaring sosial sekalipun ia diblokir. VPN, software tunneling, dan aplikasi penyembunyi IP bertebaran di dunia maya. Satu klik saja, maka situs blokiran tersebut akan terbuka. VPN berfungsi seperti perisai untuk membobol konten-konten yang ditutup di suatu negara. Cara kerja alat ini adalah dengan menyamar; kau dibikin seolah-olah pengguna luar, pengakses dari Inggris atau Amerika atau Selandia Baru atau negara-negara lain yang bisa kaupilih sesukamu.

Di Indonesia, saat Tifatul Sembiring menjabat Menteri Komunikasi, kita pernah mengalami musibah serupa. Vimeo pernah ditutup dan YouTube dikirimi surat peringatan karena dianggap menampilkan SARA.

Boleh kaukutip atau salin utuh artikel ini asal menyebut dan menautkan link hidup ke davologi.blogspot.com

0 Response to "Malaysia blokir YouTube karena konten buruk"

Posting Komentar

wdcfawqafwef