Trik licik sistem pendingin Oppo, hape tertipis

Berapa tebal ponsel Androidmu? Mungkin sejempol atau jari manismu. Hape Oppo, yang sepak terjangnya tergolong baru di Indonesia, tampil dengan ketebalan yang minim sekali, di bawah 5 mm.

Dengan tipis hanya 4,85 mm, Oppo R5 boleh dibilang hape Android paling ramping di dunia. Dan pertanyaan yang muncul di benakku, dan mungkin di benakmu juga, adalah bagaimana ia mengatur sistem pendinginnya. Apakah Oppo model R5 ini, yang menggunakan prosesor octa core 64 bit, cepat panas? Kau tak ingin ponselmu meledak tiba-tiba ketika Pathan atau Facebookan, bukan?

Oppo melakukan dua trik untuk mengatasi suhu pada devicenya, seperti kukutip dari Detik. Pertama, ia mengoptimalkan kerja perangkat sedemikian rupa sehingga suhunya tetap terjaga. Dan kedua, suhu tersebut disebarkan secara cepat ke device melalui perubahan fisik, sesuatu yang mereka sebut smart cooling system.

Biasanya grafit dipakai untuk membuat sistem pendingin seperti ini, namun dengan material itu, panas akan bertumpu pada satu bagian, terutama prosesor. Oppo menanggulanginya dengan menambah material liquid-metal antara grafit dan prosesor. Trik yang licik, bukan?

Saat suhu ponsel meningkat 45 derajat celcius, materal ini mengubah bentuk dirinya dan akan mengisi ruang antara grafit dan prosesor, meratakan penyebaran panas ke dua bagian tersebut.

Liquid-metal telah melewati uji coba Oppo dengan menerima suhu 70 derajat celcius secara terus-menerus selama 96 jam. Menurut Oppo, material ini dapat bertahan selama lebih dari tiga tahun.


0 Response to "Trik licik sistem pendingin Oppo, hape tertipis"

Posting Komentar

wdcfawqafwef