Kenapa entrepreneur wajib tahu Photoshop

Entrepreneur yang sukses selalu memakai banyak baju: sales, pemimpin, pembicara, inovator,  motivator, dan dedengkot media sosial. Jika baju itu kaumaksudkan demi keberhasilan bisnis, kau harus menambahkan satu lagi, yaitu "desainer."

Satu cara memakai baju desainer adalah dengan belajar Photoshop, software kurang ajar yang dijadikan rujukan banyak orang dan andalan banyak desainer grafis dan pelukis digital. Nama perusahaanmu ditentukan oleh cara konsumen memamandang produkmu, maka demi menghasilkan yang terbaik, penting sekali untuk selalu meningkatkan diri.

Daftar isi (klik untuk loncat)
  1. Meninjau desain mentah
  2. Melancarkan komunikasi antara kau dan desainer
  3. Menghemat waktu
  4. Menghargai apa yang dilakukan desainer
  5. Di mana belajar Photoshop?

tutorial menguasai photoshop bagi entrepreneur
Sumber gambar: goo.gl/32Y6lU

Meninjau desain mentah


Bayangkan, saat kau tak punya Photoshop atau tidak menguasai kecakapan ini, desainermu pasti kepayahan. Mereka mengirim desain mentah dan harus mengubahnya dulu ke JPG atau PNG agar kau dapat menengoknya. Sungguh memakan waktu. Di samping itu, berkas desain tersebut kehilangan kualitas karena konversi gambar.

Dengan Photoshop, kau bisa meninjau hasil desain secara mentah, dalam format asli dan dengan kualitas yang tinggi. Ketika kau menjumpai bagian yang tidak disenangi, kau bisa merevisi langsung lewat Photoshop untuk dikirim dan dibenahi kembali oleh desainer.

Pimpinan pintar tentu lebih disukai ketimbang yang plonga-plonga, tak tahu ini, tak ngerti itu.

Melancarkan komunikasi antara kau dan desainer


Aku pernah mengerjakan desain untuk klien yang awam Photoshop. Tiap malam kukirim file dalam bentuk JPG dan dia mengoreksi apa-apa yang perlu diubah. Komunikasi kami susah; pembenahan desain kami terhambat. Dia mengoreksi melalui instruksi dan kata-kata.

Seandainya ia mengerti Photoshop, ia tinggal menunjuk kekeliruanku atau melakukan perubahan singkat pada bagian yang ia tidak sreg. Itu akan memudahkannya sebagai klien dan tidak merepotkanku sebagai desainer. Jika ia menginginkan desain yang serupa dengan rancangan lain, ia juga bisa paste satu gambar dan memerintahkan lewat email, "Buat desain yang seperti ini, lho."

Menghemat waktu


Kadang kala, hanya karena perubahan kecil, kau dan desainermu otot-ototan sebab keinginanmu tidak dipahami oleh seniman. Desainer grafis, perlu kauketahui, punya banyak urusan, apalagi jika ia freelance. Ia bekerja untuk banyak klien dan tak bisa mengabulkan seketika permintaanmu yang aneh-aneh itu. Maka kuasailah Photoshop. Dengan keterampilan ini, kau tak butuh otot-ototan. Kau dapat lakukan sendiri pembenahan kecil itu. Waktumu dan waktu desainermu juga terhemat. Apa kaupikir kami tak punya urusan lain? Kami butuh ngopi, Facebookan dan nonton bioskop.

Menghargai apa yang dilakukan desainer


Klien yang tak menghargai desainer, aku pikir, adalah orang yang tak tahu bagaimana cara kami bekerja. Jadi lagi-lagi, nyalakan komputermu dan pelajari Adobe Photoshop. Dengan pengetahuan yang memadai tentang Photoshop, kau akan menghargai kerja keras seniman grafis. Kau tahu bahwa mereka mendedikasikan waktu dan memeras pikiran untuk menghasilkan karya sebaik mungkin.

Pemahaman yang bijak seperti itu akan menjaga hubungan baikmu dengan desainer, memberi respek bagi satu sama lain.

Di mana belajar Photoshop?


Satu jawaban: Davologi. Mulai seminggu lalu Davologi mengubah dirinya menjadi blog Photoshop. Di blog ini, kau bisa baca trik, info dan pelajaran tentang Photoshop seperti bagaimana memahami warna, bagaimana menguasai Brush Tool, bagaimana menggambar dengan Pen Tool dan masih banyak lagi. Bisa juga kauikuti tutorial dengan bentuk teks maupun video. Posting yang berisi tutorial disortir dalam kategori Photoshop dan yang berisi berita dan informasi dipisahkan di kategori news.

Kabarkan ini pada teman-temanmu.

0 Response to "Kenapa entrepreneur wajib tahu Photoshop"

Posting Komentar

wdcfawqafwef