Fakta menjijikkan tentang Photoshop

Pergilah ke mall atau supermarket dan kau akan melihat model dan selebritis berpakaian seksi pada sampul majalah dan papan banner yang menggantung di depan outlet-outlet. Beyonce dan Katy Perry kerap tampil pada gambar macam itu dan pada unggahan-unggahan foto di internet. Model-model ini didandani sedemikian rupa, dengan make-up dan rambut yang berjuntai-juntai. Bus, billboard dan papan jalan raya juga menyuguhkanmu foto gadis-gadis cantik berkaki panjang sebagai model untuk lipstik hingga pakaian dalam.

Oleh foto-foto ini, anak-anak ditipu. Mereka percaya terhadap gambar pria dan perempuan-perempuan sempurna. Ya, baik sebagai artis maupun sebagai Facebooker, mereka ini terlalu sempurna, dan mereka harus berterima kasih pada sesuatu bernama Photoshop. Alat satu ini bisa menghapus jerawat, gelembir perut, dan kerutan di dahi, dan bisa membuat depth of field ala kamera SLR.


Buka gorden

Mari kita buka gordennya dan biarkan anak-anak kita tahu fakta sesungguhnya. Kanak-kanak yang melihat tubuh, wajah atau pakaian yang tak realistik tersebut--terutama pada foto selebritis yang mereka kagumi--bisa merasa dirinya selalu kurang. Menurut sebuah penelitian (goo.gl/XUMA0D), perempuan yang gemar baca majalah fashion dan mengamati foto-foto modelnya akan mengalami minder dan ketidakpercayadirian lebih tinggi.

Karena itu, penting sekali untuk memberitahu anakmu tentang fakta sesungguhnya di balik gambar dan papan banner yang mereka lihat. Katakan pada mereka bahwa perempuan sesunggunya dalam foto itu adalah orang yang jelek dan berjerawat dan penuh komedo.

Bersuaralah

Kabar baiknya adalah: Anak-anak bisa protes saat mereka melihat gambar manusia dengan bicep atau kepala yang tidak proporsional. Bahkan di kalangan selebritas, sudah banyak yang melawan Photoshop dan meminta gambar dirinya dibikin biasa-biasa saja. Sebagai contoh, demi protes pada Photoshop, Keira Knightley foto telanjang dada beberapa waktu lalu.

Di Amerika, sejumlah pembaca juga meminta majalah remaja menampilkan foto asli yang belum dipoles. Beberapa perusahaan, salah satunya ModCloth, menyetujui untuk tidak memanipulasi foto model yang mereka pakai dalam iklan.

Sekarang sebagai orang tua, bagaimanakah engkau menyampaikan kebenaran ini apada anakmu? Ada beberapa cara:
  • Lakukan pemeriksaan realitas. Pastikan bahwa anak-anakmu tahu bahwa foto di iklan dan majalah itu adalah palsu. Tunjukkan pada mereka foto-foto sesungguhnya--jika kau bisa temukan--yang menampilkan selebritas tersebut secara asli atau gambar model tersebut pada saat sebelum dan sesudah editing. Itu membantu anak-anak menyaksikan dapur industri yang hampir selalu palsu dan menjijikkan.

  • Ajak main "temukan Photoshop." Hey, aku memberi nama sendiri permainan ini. Kau bisa membuat nama lain yang kau dan anakmu sukai. Bagaimana cara bermainnya? Tantang anakmu untuk temukan bagian foto yang mengalami Photoshop. Dengan permainan macam itu, anakmu akan jeli pada kepalsuan dan menerima fakta bahwa manusia tak bisa sesempurna sampul majalah.

  • Ajukan pertanyaan. Buat anakmu berpikir tentang dampak Photoshop, baik terhadap anak laki-laki maupun perempuan. Tanya mereka tentang apa sesungguhnya itu sehat dan rupawan. Dan ajari mereka bagaimana yang seharusnya dilakukan saat mereka menjumpai teman sekolahnya minder setelah melihat gambar pantat Kim Kardashian atau foto Oprah tidur dengan singa yang ternyata hasil Photoshop. Tanya mereka bagaimana cara mengetahui bahwa satu gambar tergolong wajar dan gambar lain termasuk tak masuk akal.Tanya mereka bagaimana mereka menyikapi blog, banner dan majalah yang memuat gambar-gambar dusta.

  • Beri dukungan. Dukung anak-anak untuk bertindak terhadap foto palsu. Ajari mereka bagaimana cara melaporkan, baik di dunia maya maupun di dunia nyata, kasus gambar mereka yang disalahgunakan oleh temannya lewat Photoshop. 

0 Response to "Fakta menjijikkan tentang Photoshop"

Posting Komentar

wdcfawqafwef