Sophie Tweed-Simmons mengharamkan Photoshop

Sophie Tweed-Simmons, putri rocker Gene Simmons, menolak Photoshop dengan sungguh-sungguh. Ia mengaku bahwa koleksi fotonya, semuanya, adalah jepretan asli yang belum ternodai Photoshop. Tak ada depth of field palsu. Tak ada penghilangan halo pada foto.

Tindakannya ini serupa dengan keputusan Juuke Schrool, seniman Belanda yang anti Photoshop. Schrool bermain-main dengan kulitnya sebagai media fotografi melalui bantuan pita, tali dan jaring ikan. Bedanya: Schrool demi seni, Sophie demi perasaan.

Dalam wawancara dengan Yahoo (goo.gl/vRtHH4), Sophie mengatakan bahwa itu bukan berarti ia benci Photoshop tapi hanya menolak pengeditan foto. "Aku tahu," kata dia, "bahwa kau tergoda untuk memperbaiki ketidaksempurnaanmu melalui Photoshop supaya ribuan mata tertuju padamu."
sophie tweed-simmons menolak kecantikan photoshop

Semua orang punya cacat rupa atau bagian dirinya yang ia tidak suka. Lalu Photoshop datang sebagai mukjizat yang memusnahkan kecacatan itu. Bum. Ajaib. Keajaiban itu, menurut Sophie, harus dibayar dengan harga. Dan harga itu tak murah. "Dengan menggunakan Photoshop, kau menaikkan kecantikanmu ke tingkat yang tidak mungkin dicapai oleh wanita rata-rata, dan itu akan berdampak pada kekecewaan serta masalah kepercayadirian," kata dia.

Menurutku, memang dia tak memerlukan Photoshop. Si Sophie ini sudah cantik. Kalau ia ngotot meminta diphotoshop, banyak pria terserang stroke oleh kecantikannya dan dia akan mempertanggungjawabkan itu. Tapi masalah sesungguhnya adalah ini: Photoshop itu seperti make-up. Dengan make-up, pipi dimerahkan, alis dihitamkan, kulit wajah dicerahkan. Kurang lebih itu adalah tujuan yang sama seperti Photoshop, yakni mendandani.

Saat seseorang terlalu jelek dan make-up gagal mempercantiknya, maka  biarlah Photoshop melakukan pekerjaannya. Jika masih tak cantik juga, terimalah takdir dan serahkanlah pada Allah.

0 Response to "Sophie Tweed-Simmons mengharamkan Photoshop"

Posting Komentar

wdcfawqafwef